Lewati ke konten utama
BebasInfo
Nasional

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kembali Meningkat Usai Erupsi dan Rentetan Gempa

PVMBG melaporkan aktivitas terbaru Gunung Anak Krakatau yang kembali erupsi dan memicu puluhan kali gempa, serta mengeluarkan rekomendasi radius aman 3 km dari kawah aktif.

Oleh Development Admin
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kembali Meningkat Usai Erupsi dan Rentetan Gempa

Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Rekaman Seismograf

Aktivitas gunung api anak krakatau kembali dilaporkan mengalami peningkatannya setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mengonfirmasi adanya kejadian erupsi terbaru. Erupsi G. Anak Krakatau tersebut terjadi pada hari Minggu, 06 September 2026, pada pukul 20:23 WIB. Peristiwa ini menunjukkan keberlanjutan aktivitas vulkanik yang terjadi di area kawah aktif gunung tersebut.

Saat erupsi berlangsung semalam, tinggi kolom erupsi dilaporkan tidak teramati secara visual dari kawah. Kendati tinggi kolom erupsi tidak teramati, peristiwa erupsi anak krakatau ini terekam secara jelas pada instrumen pemantau seismograf. Hasil rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum sebesar 58 mm dengan durasi atau lama erupsi yang berlangsung selama 44 detik.

Rincian Kegempaan Gunung Anak Krakatau

Erupsi yang terjadi juga memicu munculnya rentetan gempa anak krakatau yang terdeteksi melalui pemantauan geologi. Berdasarkan laporan PVMBG, terjadi gempa Hybrid atau Fase Banyak sebanyak 44 kali. Gempa Hybrid ini terekam memiliki tingkat amplitudo antara 20 hingga 46 mm, dengan durasi gempa yang berlangsung berkisar antara 7 hingga 23 detik, sedangkan nilai S-P tidak teramati pada instrumen.

Selain gempa Hybrid, tercatat pula keberadaan gempa Low Frequency sebanyak 34 kali kejadian. Gempa Low Frequency ini terekam mempunyai rentang amplitudo dari 19 hingga 45 mm. Sementara itu, lama durasi untuk gempa Low Frequency ini berada pada kisaran 6 hingga 19 detik selama periode pengamatan.

Aktivitas kegempaan lainnya yang tercatat adalah gempa Harmonik, yang terdeteksi terjadi sebanyak 17 kali. Amplitudo gempa Harmonik ini berada di kisaran 24 hingga 46 mm. Durasi kejadian gempa Harmonik dilaporkan cukup bervariasi, dengan lama gempa tercatat berkisar antara 23 detik hingga durasi paling lama mencapai 387 detik.

Aktivitas Tremor dan Hembusan pada Gunung Anak Krakatau

Hasil pengamatan PVMBG mengenai kondisi anak krakatau juga mencatat adanya aktivitas gempa Hembusan. Gempa Hembusan ini dilaporkan terjadi sebanyak 4 kali dengan besaran amplitudo antara 30 hingga 41 mm. Lama durasi untuk gempa Hembusan tersebut terekam berlangsung berkisar antara 22 hingga 39 detik.

Di samping itu, instrumen seismograf merekam terjadinya gempa Tremor Menerus sebanyak 1 kali. Gempa Tremor Menerus tersebut terekam dengan amplitudo antara 5 hingga 15 mm, di mana amplitudo dominannya tercatat sebesar 10 mm. Rangkaian aktivitas kegempaan ini melengkapi data pengamatan kondisi anak krakatau hari ini, Senin 7 September 2026.

Kondisi Cuaca dan Imbauan PVMBG untuk Aktivitas Anak Krakatau

Pemantauan terhadap parameter kondisi cuaca di sekitar lokasi Gunung Anak Krakatau menunjukkan keadaan cuaca yang berawan. Angin di sekitar kawasan terpantau bertiup lemah hingga sedang menuju ke arah barat laut. Data pengamatan meteorologi ini dilaporkan langsung dari laman resmi Badan Geologi PVMBG.

Kondisi lingkungan di sekitar area kawah tercatat memiliki suhu udara sekitar 25.7°C hingga 26.4°C. Selain itu, kelembaban udara di lokasi pengamatan berada pada rentang 79% hingga 82%. Kondisi cuaca ini menjadi latar belakang pengamatan saat erupsi dan rentetan kegempaan terjadi.

Menanggapi seluruh catatan aktivitas vulkanik tersebut, PVMBG mengeluarkan rilis rekomendasi dan larangan bagi publik. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki diimbau untuk tidak mendekati G. Anak Krakatau atau melakukan kegiatan dalam radius 3 km dari kawah aktif. Langkah kewaspadaan ini sangat penting untuk menjaga keselamatan dari dampak erupsi dan aktivitas gunung api anak krakatau.

Berita Terkait